Berjualan Online Tanpa Modal Tanpa Rugi? Mana Bisa?


cara berjualan online tanpa modal tanpa rugi


Berjualan online tanpa modal tanpa rugi? Mana bisa?

Jangan buru bilang tidak bisa sebelum baca artikel ini. Karena saya dengan sangat sadar menyatakan bahwa itu benar-benar “bisa”.

 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap orang yang hidup di dunia ini tidak mau dirugikan dan selalu ingin untung termasuk dalam berjualan. Terlebih lagi bagi para pengusaha kelas kecil yang baru “akan” memulai usahanya.

 

“Nanti kalau jualan untung gak ya?”

“Rugi gak ya?”

“Butuh modal berapa ya?

“Takut rugi nih?”

 

Please stop!! Hentikan semua kekhawatiran dan luruskan niat untuk berjualan. Tidak perlu khawatir karena cara ini 100% aman. Cara apakah itu?

 

Menjadi seorang “DROPSHIPPER

 

Mungkin sudah banyak yang tahu tentang Dropshipper tapi saya yakin masih sedikit orang yang tahu trik menjadi Dropshipper yang baik. Dan bagi yang belum tahu saya akan menjelaskannya secara singkat. Menjadi Dropshipper artinya menjual barang dari supplier dengan nama toko Anda tanpa membeli barang tersebut. Bingung? Sama.

 

Ilustrasi:

Anda mempunyai sebuah toko dengan nama “Toko Kampret”

Anda memiliki supplier yang bernama “Si Kampret”. Si Kampret ini menjual barang-barang dagangan yang ingin Anda jual nanti.

Anda mendownload katalog dari Si Kapret ini dan mempromosikan di Website Anda (jika ada) atau marketplace seperti Kaskus, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll. Bisa juga melalui medsos seperti Facebook, Instagram, twitter, dll. Dalam promosi ini Anda mengunakan nama toko Anda yaitu Toko Kampret dan bukan nama supplier (Si Kampret).

Jika ada orang yang ingin membeli barang Anda selanjutnya Anda hubungi supplier untuk mengirim barang ke pelanggan dengan atas nama toko anda.

Selanjutnya pelanggan Anda menransfer uang ke Anda seharga barang yang dia beli dan Anda menransfer uang ke supplier seharga barang dropship. Tentunya harga dropship lebih murah dibanding harga barang sebenarnya. Inilah letak keuntungan menjadi Dropshipper.  

 

Nah, jika sudah paham arti Dropshipper mari kita bahas DETAILNYA satu persatu!

 

1# TANPA MODAL

Menjadi Dropshipper memang tidak butuh modal karena kita tidak membeli barang dari supplier. Kita hanya menjualnya. Meskipun ada juga supplier yang mengharuskan biaya pendaftaran atau sistem deposit. Karena itu usahakan untuk memilih supplier yang bebas biaya di muka.

 

2# TANPA RUGI

Pedagang bisa rugi jika dagangannya tidak laku. Tapi itu tidak berlaku bagi Dropshipper yang memang tidak mempunyai barang dagangan secara rill. Jadi jika ada barang yang tidak laku kita tidak rugi (suppliernya yang rugi hehehhe).

 

3# SELALU UNTUNG

Sudah sangat jelas jika kita tidak pernah rugi maka kita akan selalu untung dengan catatan barang kita laku.

 

4# CARA MEMULAI MENJADI DROPSHIPPER

Menjadi Dropsipper pun ada caranya karena ada trik-trik yang membuat bisnis kita lanjar jaya.

 

Langkah 1: Menentukan Barang Apa yang Ingin Dijual

Syarat seorang pedagang adalah mempunyai barang dagangan. Dalam hal ini orang uang baru akan memulai usahanya pasti merasa bingung.

 

“Enaknya jualan apa ya?”

 

Ide pertama yang muncul di kepala kita pastilah “barang yang banyak peminatnya”. Tentunya kita lebih memilih menjual kemeja flannel daripada kemeja jerami. Selanjutnya apa? “barang yang dibutuhkan tanpa batasan waktu”. Ambil saja contoh jas kerja dan jas hujan. Jas kerja bisa dibeli kapan saja, tapi jas hujan saya yakin hanya dibeli waktu musim hujan saja. Yang terakhir dan tidak kalah penting adalah “barang bisa digunakan semua kalangan”. Entah itu tua, muda, pria, wanita, dll semua bisa pakai.

 

Nah, sekarang sudah ada gambaran kan barang apa yang akan dijual. Jika sudah mari kita lanjut ke langkah selanjutya.

 

Langkah 2: Memilih Supplier

Dalam memilih supplier kita harus selektif karena dia adalah sumber barang dagangan kita. Singkatnya, nyawa kita ada di supplier. Bayangkan saja jika supplier kita bangkrut bagaimana dengan kita? Dapat barang dari mana? Atau jika dia susah sekali dihubungi sementara pelanggan kita sudah ngomel-ngomel gak karuan. Nah, seperti apakah supplier yang harus kita pilih.

 

1. Fast Response

Supplier yang membalas pesan kita dengan cepat adalah yang paling kita butuhkan. Banyak kasus dan ini saya alami sendiri selagi kita menunggu balasan dari supplier pelanggan kita sudah kabur duluan. Ingat, karakter dari pelanggan yang tidak mau menunggu lama dan banyaknya pesaing kita di luar sana. Jadi kita dituntut professional dengan pelayanan yang cepat.

 

2. Punya Stok Barang yang Banyak

Punya banyak stok berarti kemungkinan kecil untuk out of stock. Sangat hindari supplier yang sering ganti-ganti stok. Bagaimana mungkin saat kita baru pasang dagangan di lapak saat ada yang pesen eee… barang sudah habis aja.

 

3. Barang yang Dijual Berkualitas

Sangat simple. Jika barang yang kita jual memili kualitas yang rendah, pelanggan kita akan kecewa dan reputasi toko kita akan menuru. Ini tidak baik untuk kelangsungan toko kita.

 

4. Harga yang Ditawarkan Rasional

Kriteria ini berkaitan dengan poin no 4. Jangan tergiur dengan harga murah tapi kualitasnya jelek. Carilah harga yang sesuai dengan kualitas barang.

 

“Bagaimana cara mendapatkan supplier?”

 

Ada banyak jalan untuk mendapatkan supplier. Salah satunya adalah main di forum Kaskus Penawaran Kerjawama, BO, Distribusi, Reseller & Agen. Ada banyak sekali supplier di sana yang menawarkan kerjama. Bisa juga di marketplace seperti Tokopedia, cari yang Gold Merchant dengan reputasi tinggi. Biasanya juga menerima dropshipper.

 

Langkah 3: Mempromosikan Barang Dagangan

Jenis barang sudah, supplier sudah. Selanjutnya adalah mulai berdagang. Akan lebih baik jika kita punya website sendiri dan itu bisa kita buat secara gratis.

Baca Juga:

Cara Membuat Toko Online Sendiri dengan Opencart Gratis

5 CMS E-Commerce Gratis Terbaik untuk Membuat Toko Online

 

Tapi jika tidak mau ribet, bisa memulai dengan marketplace. Mari kita buka toko di Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak. Kita bisa menambahkan promo-promo di dalamnya seperti free ongkir atau potongan harga. Selain itu optimalkan juga dengan share di media social seperti facebook, Instagram, dll.   

 

“Wah nanti banyak saingan ya kalo di marketplace?”

“Gimana bisa laku?”

 

Pasar itu juga banyak yang jualan tapi masing-masing toko tetap ada pembeli. Tergantung kita bagaimana mengelola toko kota. “Rizki sudah ada yang ngatur” dan “Hasil tidak akan menghianati usaha”.

 

Nah, itulah tips yang saya berikan semoga bermanfaat. Ingat, memulai itu tidaklah gampang. Karena itu jangan putus asa jika pelanggan kita sepi dan jangan pernah berharap dagangan kita langsung laku keras saat pertama kali kerja. Semuanya butuh proses dan hanya orang yang punya mental pekerja keraslah yang akan sukses nanti.